Sabtu, 21 Mei 2016

TINJAUN SINGKAT TENTANG MAJDZUB




TINJAUAN SINGKAT TENTANG MAKRIFAT MAJDZUB


Laduniyah bagi orang Majzub
( Orang yang dialiri oleh getaran daya tarik haq)

Tidak sama dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh secara biasa (Ma’rifat talimiyat), ilmu laduni bersifat tetap dan tidak dapat hilang atau terlupakan. Seseorang yang telah dianugrahi ilmu laduni disebut dengan ‘alim sejati’ (alim yang sebenarnya). Sebaliknya, seseorang yang tidak memperoleh dari ilmu laduni, belum bisa disebut sebagai alim sejati. Hal ini dinyatakan oleh Abu 

Yazid al Bistami bahwa
“Tidaklah disebut sebagai alim (ma’rifat al-mazjub) jika seseorang masih memeproleh ilmunya dari hapalan-hapalan kitab, karena seseorang yang memperoleh ilmunya dari hapalan, pasti akan mudah melupakan ilmunya. Dan apabila ia lupa, maka bodohlah ia”

Seorang yang ‘alim (ma’rifat laduniyah) adalah orang yang memeproleh ilmunya langsung dari Allah menurut waktu yang dikehendaki-Nya, dengan tidak melalui hapalan dan pelajaran. Orang seperti ini pula menurut Muhammad Nafis disebut sebagai ‘alim ar-Rabani -orang yang berpengetahuan ketuhanan-.

Dengan demikian Ma’rifat laduniyah juga dapat disebut Ma’rifat orang Majzub( orang yang dialiri oleh getaran daya tarik haq) juga dapat disebut ‘alim ar-Rabani yaitu orang yang langsung dibukakan oleh Tuhan untuk mengenal kepada-Nya. Jalannya langsung dari atas dengan 

menyaksikan Dzat yang Suci, kemudian turun dengan melihat sifat-sifat-Nya, kemudian kemudian kembali bergantung kepada nama-nama-Nya,kemudian turun kepada yang mengenal af'alNya

Sulthan adalah sebuah kekuatan atau energi yang terdapat pada semesta ini,Syarikul Autad adalah kumpulan kekuatan kekuatan yang merupakan pusat energi atau dapat dikatakan inti zat yang selalu dikejar oleh ion ionnya sehingga menimbulkan gerak getaran gelombang yang terus menerus di alam ini dan terjadi senyawa senyawa baru dari ion ion yang melepaskan diri dengan ledakan ledakannya.

Jizbatul Haqqul Karomah adalah kekuatan daya tarik=magnit kebenaran dari kemuliannya.atau dapat dikatakan daya tarik positip yang menjadi aura pada sebuah kekuatan.
Sulthan Syarikul Autad Jizbatul Haqqul Karomah,merupakan kekuatan daya tarik haq adalah fitrah yang meliputi fartikel zat semesta.yang merupakan potensi yang terdapat pada diri manusia.

Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia ( MPSSGI ) adalah sebuah wadah sebagai tempat latihan untuk menumbuhkanan,pengembangan potensi jizby atau daya tarik yang nerupakan natural magnetik yang terdapat pada tubuh manusia.Apabila Jizby/jazbah atau daya tarik ini tumbuh kuat pada tubuh,maka tubuh akan bergetar.

Seperti kata Syeikh Al Jauhari orang orang yang dialiri oleh jizby atau daya tarik ini,maka tubuhnya akan bergetar,ibarat sepotong jarum yang didekatkan dengan magnit,Apabila potensi jazbah ini sudah tumbuh kuat pada diri manusia,dengan latihan latihan tertentu yang dikembangkan oeh Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia ,maka jizby tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan yang bersifat 

JAZBAH BAGI ORANG MAJZUB







JAZBAH BAGI ORANG MAJZUB

Jazbah ialah satu daya tarikan haq yang membuat sel sel tubuh,jaringan tubuh,dan organ tubuh bergetar .dan orang yang dialiri oleh getaran daya tarik haq ini disebut orang majzub/majzubien .Orang Majzub dengan daya tarik haq dapat sampai kepada tahap haqiqat dan makrifatulloh dalam tempo yang singkat dan seketika dibandingkan dengan pencapaian manusia lain. Ia seperti seseorang yang mendaki gunung menuju puncak dengan bantuan tali yangg ditarik dari atas puncak. Keadaan ini amatlah mudah berbanding orang yang mendaki tanpa bantuan dan tanpa dorongan, hanya semata-mata usaha. 

Singkat masa disini bukanlah berarti satu hari atau satu tahun, tetapi singkat masa yang disesuaikan dengan tingkat karomah. Nabi Muhammad s.a.w. menamatkan latihan kerohaniannya setelah beliau berumur 40 tahun lalu dilantik menjadi Rasul. Begitu juga dengan Syeikh Abdul Qadir Jilani dan para sultan awliya' yg lain dapat menamatkan latihan kerohanian mereka antara umur 40 - 90 tahun. Ini dikira cepat berbanding manusia biasa yang tidak sempat tamat latihan walau umur menjangkau 1 abad.Hal ini sebagai perbandingan ,bahwa dalam menuntut ilmu itu berlanjut sepanjang hayat.

Orang yang majzub/orang orang yang dialiri oleh getaran daya tarik haq dianugerahkan keringanan yaitu dapat melakukan banyak hal dalam waktu yang singkat ,sedangkan hal itu sangatlah sukar dan amat berat bagi orang biasa.Misalnya orang majzub mampu menghapal dan mengerti sesuatu dengan singkat ,cepat,tepat dan benar dengan refleksi autadillah,dan untuk orang biasa perlu berbulan bulan menghayatinya barulah dia bisa menghapal dan mengerti.

Seseorang yang majzub pertama mengenal keagungan serta kebesaran Tuhan dalam setiap masa dan saat tanpa lalai. Orang majzub selalu dipelihara oleh Allah dari bencana,bahaya dan malapetaka, Ia adalah satu anugerah khas dari Tuhan kepada hambaNya yang dipilih mengikut kehendakNya semata-mata dan ia bukan diminta.Semua itu bukan berasal dari hawa nafsu ,keinginan ,kemauaan,kecerdasan atau kepandaian yang ada pada dirinya,tetapi semua itu terjadi karena setiap saat dan setiap waktu mereka mendapatkan laduny,ilham,taupiq ,hidayah dan inayah.


Jika zaman nubuwwah hal ini berlaku pada para Nabi dan Rasul tetapi selepas zaman Rasulullah s.a.w. (zaman wilayah/ wali) ,hal yang seperti ini berlaku kepada para wali,autad,dan orang orang muttaqien. Orang majzub mempunyai mata hati,hati nurani,intuisi yang tajam setelah didapati setelah terbuka hijab.dan mendapatka kasyf dengan bashiroh ,muhatthob dan rukyatus sodiq.Beriku ini mari kita mencoba melihat pendapat tentang Majzub,untuk lebih jelas tentang makna dan arti majzub tersebut,

Para Masyaikh Naqsabandiyah mengatakan bahwa',Meneruskan Zikir Ismu Zat akan menghasilkan Jazbah.Jazbah adalah daya tarikan daripada Allah dengan cepat,Jazbah itu akan mengetarkan seluruh sel sel,jaringan jaringan,dan organ organ tubuh yang terisi oleh zikir ismuz zat menjadi darah daging bergetar memuji kepada Alloh.Zikir Nafi Itsbat akan menghasilkan perjalanan Suluk dengan cepat dalam munajad dan sirnya.Seseorang yang telah mendapatkan Jazbah oleh Allah swt tanpa perantara,tanpa keinginan dan kemauannya sendiri,digelarkan sebagai Mazjub Salik/majzubien dan ketika seseorang yang menempuh Suluk dengan segala amalan amalan para salik yang diijasahkan oleh guru yang kamal mukamil dan mendapatkan taupiq hidayah Taufiq Allah swt ,maka orang tersebut dipanggil sebagai Salik Mazjub.

Perbedaan yang jelas antara Salik Mazjub dan Majzub Salik.

Seorang Salik Mazjubtelah melalui berbagai peringkat keruhanian dengan menuntut secara salik,dengan amalan,zikir,riyadah,munajad,dan halwat.dan mengetahui tentang seluk-beluk dalam perjalanan keruhanian.

Seorang Mazjub Salik adalah seperti seorang yang telah dibawa kekuatan daya tarik zat yang tiba tiba mendorong dengan gerak getaran gelombangnya oleh sebuah kekuatan daya tarik haq tanpa usahanya sendiri dan tanpa hawa nafsu,pemikirin,dan kepandaian,namun hanya ada wuqub qolby .wuqub adadi dan wuqub zamani.Dengan kekuatan daya tarikan zat atau Jazbah/jizby,orang

orang majzub dapat mengenal segala rahasia ilahi dengan singkat dan seketika hanya semata mata karena jazbah/jizby yang bergerak dan bergetar dalam tubuhnya,Jazbah tersebut akan bergerak dengan getaran refleksi zat.

Dalam Suluk,seseorang Salik menempuh perjalanan keruhanian dengan usaha dan amalannya,yaitu dengan zikir,riyadah,hizib,munajad dan halwat,tetapi orang orang majzub dengan kekuatan Jazbahnya, segala peningkatan keruhanian yang didapatkannyaadalah sematamata limpahan ilham,laduny dari Allah swt.Jika tidak ada Jazbah/ daya tarikan zatnya pada diri,maka seseorang itu tidak akan dapat mencapai darjat Wilayat yaitu derajat Kewalian dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.